Hukum Puasa Di Hari Tasyrik

Assalamualaikum teman-teman yang dirahmati oleh Allah. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai hukum puasa di hari Tasyrik. Sebelum memulai pembahasan, mari kita memahami terlebih dahulu apa itu puasa.

Apa Itu Puasa?

Puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam. Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, serta segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya. Puasa juga merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim selama bulan Ramadan.

Selama melakukan puasa, seorang Muslim diwajibkan menjaga lisan dan perbuatan agar tetap melaksanakan kebaikan serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama. Terdapat beberapa jenis puasa yang dapat dilakukan oleh umat Muslim, salah satunya adalah puasa di hari Tasyrik.

Hukum Puasa di Hari Tasyrik

Puasa di hari Tasyrik adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Hukum puasa di hari Tasyrik sebenarnya diperdebatkan di kalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa puasa di hari Tasyrik dianjurkan, namun ada juga yang berpendapat bahwa puasa di hari tersebut tidak dianjurkan.

Bagi yang berpendapat bahwa puasa di hari Tasyrik dianjurkan, mereka berpegang pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa pada hari Arafah, maka dia telah diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.”1

Mereka yang berpendapat bahwa puasa di hari Tasyrik tidak dianjurkan, mengutip pendapat beberapa sahabat Nabi yang mengatakan bahwa puasa di hari Tasyrik pada dasarnya hukumnya sama seperti puasa di hari-hari biasa. Dalam hal ini, mereka berpegang pada pendapat bahwa puasa di hari Tasyrik bukan merupakan ibadah yang sunnah.

Siapa yang Dianjurkan Berpuasa di Hari Tasyrik?

Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum puasa di hari Tasyrik, namun tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa kelompok orang yang dianjurkan untuk melaksanakan puasa di hari tersebut. Kelompok orang tersebut antara lain:

  1. Orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
  2. Orang yang tidak sedang berada di Mina pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Jadi, jika Anda tidak sedang melaksanakan ibadah haji atau tidak berada di Mina pada tanggal yang dimaksud, Anda diperbolehkan untuk melaksanakan puasa di hari Tasyrik. Namun, perlu diingat bahwa puasa di hari Tasyrik tidak diwajibkan, sehingga jika Anda tidak melaksanakannya, tidak ada dosa yang ditanggung.

Kapan Puasa di Hari Tasyrik Dilakukan?

Puasa di hari Tasyrik dilakukan pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Tiga hari tersebut merupakan hari-hari penting dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Tarwiyah, yang menandai dimulainya perjalanan jamaah haji menuju Mina. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Muslim melaksanakan Hari Arafah, yang menjadi momen puncak ibadah haji. Sedangkan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha.

Pada tanggal 11 Dzulhijjah, seluruh jamaah haji yang berada di Mina melakukan penyembelihan hewan kurban, sebagai bagian dari ibadah haji. Di luar Mina, umat Muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dapat melaksanakan puasa di hari Tasyrik.

Dimana Puasa di Hari Tasyrik Dilakukan?

Puasa di hari Tasyrik dapat dilakukan di mana pun Anda berada, selama Anda tidak berada di Mina pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Anda dapat melaksanakan puasa di rumah, di tempat kerja, atau di mana pun Anda berada pada tanggal tersebut. Tidak ada persyaratan khusus mengenai tempat pelaksanaan puasa di hari Tasyrik.

Bagaimana Melaksanakan Puasa di Hari Tasyrik?

Untuk melaksanakan puasa di hari Tasyrik, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Niatkan dalam hati untuk melaksanakan puasa di hari Tasyrik.
  2. Tidak makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  3. Menjaga diri agar tetap melaksanakan kebaikan dan menjauhi perbuatan yang dilarang oleh agama.

Dalam melaksanakan puasa di hari Tasyrik, perlu diingat bahwa puasa tersebut tidak diwajibkan. Jadi, jika pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah Anda tidak melaksanakan puasa di hari Tasyrik, tidak ada dosa yang ditanggung.

Kesimpulan

Puasa di hari Tasyrik adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum puasa di hari Tasyrik, namun tidak ada dosa yang ditanggung bagi mereka yang tidak melaksanakannya.

Puasa di hari Tasyrik dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji dan tidak berada di Mina pada tanggal yang dimaksud. Puasa di hari Tasyrik dilakukan di mana pun Anda berada, tidak ada persyaratan khusus mengenai tempat pelaksanaannya.

Untuk melaksanakan puasa di hari Tasyrik, cukup dengan niat dalam hati, tidak makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta menjaga diri agar tetap melaksanakan kebaikan dan menjauhi perbuatan yang dilarang oleh agama.

Demikianlah pembahasan kita mengenai hukum puasa di hari Tasyrik. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah mengikuti pembahasan ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Referensi

1. https://media.labviral.com/storage/media/2023/06/10/masjid_pogung_dalangan_lafvjz40sys_unsplash.webp

2. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-oSwxm4kzdXKHMyM0n7BIMMCNqh5Bn235iZ0UgHqvdIx47sre-TYXYLrwM5UzW_CgRnlFM6hB-fNHqf7nANHmhaSL9ukQSH3wmKKE_nYCdi94KejSI1rIwYoHCp7hY4L4IUauxuQkiRIRhdWKmeWABTKtQAqmpb5x67C1wPbCkT_E_0fPhJ1zgruk/w1200-h630-p-k-no-nu/hajj-66986_960_720.jpg

3. https://img.inews.co.id/media/822/files/inews_new/2021/05/01/puasa.jpg

4. https://i.ytimg.com/vi/d-_Q–TlN40/maxresdefault.jpg