Hai hai, warganet yang kekinian, untuk kamu yang penasaran dengan sistem pemerintahan, asal usulnya, macam-macamnya, serta penjelasannya, siap-siap tertawa ngakak nih! Gak usah serius-serius ya, ini ngebahas tentang pemerintahan dengan gaya santai ala anak muda. Yuk, simak cerita lucu yang kami sajikan berikut ini!
Sistem Pemerintahan – Apa Itu?
Alright, bro! Sebelum mulai ngawur-ngawur ngebahas ini itu, kita harus tahu dulu apa itu sistem pemerintahan. Jadi, sistem pemerintahan adalah sebuah tata cara yang digunakan suatu negara dalam mengatur dan menjalankan pemerintahannya. Jadi, begini, bayangkanlah kita itu kayak satpol PP ya, tapi yang ngatur bukan gunting rambut tapi negara yang sedang kamu huni.
Sistem Pemerintahan – Macam-Macam
Sistem Pemerintahan Monarki
Nah, karena manusia itu nggak pernah puas dengan satu model aja, jadi sistem pemerintahan nggak hanya satu! Yang pertama nih ada sistem pemerintahan monarki, yang biasanya terdapat dalam kerajaan dan dipimpin oleh seorang raja atau ratu yang biasanya diturunkan secara turun-temurun. Ini kayak hewan monyet yang punya rajanya gitu deh. Bebas bernyanyi juga ya, nggak cuma mangut-mangut bagai anjing anjing.
Sistem Pemerintahan Republik
Masuk republik kita sekarang, bro! Uni Sovyet dan Rusia itu salah satunya, tapi tenang, kita nggak bakal bahas negara kita di sini. Jadi republik itu sistem pemerintahannya diatur melalui pemilihan umum. Pemimpinnya nggak diturunkan secara turun-temurun kayak kasus ketika kamu minum teh, tapi rakyatnya yang memilih dengan cara voting gitu. Ini mah kayak kuis di TV, tapi yang kemungkinan menang juga itu warga negara yang berhak milih.
Sistem Pemerintahan Ototritas
Lanjut ke sistem pemerintahan satu ini. Ini adalah sistem pemerintahan yang paling top markotop dan kuat. Kebijakan-kebijakan diatur oleh seorang penguasa atau autokrat seperti Prince Nazar. Nah, sistem ini mirip kayak kamu yang bagi-bagi tugas di dalam kelompok, tapi kamu plin-plan jadi ngambil sepertiga dari tugas-tugas yang seharga satu piring jalan atau dua.
Sistem Pemerintahan Parlementer
Nah, yang terakhir adalah sistem pemerintahan parlementer. Sistem ini dijalankan dengan ada dua kekuatan yang bekerja sama: eksekutif (ciri-cirinya pakai jalan-jalan ngabisin duit negara) dan legislatif (ciri-cirinya paling pakar bikin aturan baru). Misalnya, kamu ada dalam kelompok dan kamu ngomong, “Bakal aku kasih tahu ke guru aja!” Dan temanmu duduk di pojok, dan mikir, “Baiklah, aku akan kasih tahu guru kita.” Ya gitu deh, pokoknya harus saling bekerja sama untuk kehidupan yang lebih baik.
Sistem Pemerintahan di Indonesia
Aqua, siapa yang nggak kenal minuman yang satu ini? Tenang, kita bukan mau bahas Aqua yang itu ya, tapi sistem pemerintahan di Indonesia! Jadi, sistem pemerintahan kita berdasarkan konstitusi dan dikelola oleh pemimpin yang dipilih melalui pemilihan umum. Gak heran deh, kok bisa gitu? Karena rakyat Indonesia sendiri menginginkan kemerdekaan dan ketidakberpihakan pada satu keluarga raja. Oke, oke, maksudnya kita nggak mau ada rajanya, merdeka dong! Gak mau disuruh-suruh kayak anak SD dikasih PR berhari-hari!
Sistem Pemerintahan di Indonesia dari Masa ke Masa
Gue mau ngasih tau juga, kalo sistem pemerintahan di Indonesia ini nggak bisa seenaknya aja. Ternyata, udah ada perubahan dan perkembangannya, bro. Jadi, di Indonesia ini sistem pemerintahan berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman, kayak kamu yang sebelum SMA suka main tiktok, tapi setelah kuliah berhenti, karena malu.
Sistem Pemerintahan di Indonesia pada Masa Orde Lama
Duluuuuuu, saat Orde Lama (masa 1945), sistem pemerintahan di Indonesia itu dipegang oleh Presiden Soekarno. Dia tuh kayak papa bangsa, nggak suka diatur, tapi suka ngatur. Ia pun memimpin, dan memerintah dengan tangan besi, eh tapi, secinta dan setulus mungkin ya. Kayak kamu yang sering bilang, “Jangan ceritain aku sama mantan, dosa!” ke temanmu, tapi diem-diem stalking social medianya.
Sistem Pemerintahan di Indonesia pada Masa Orde Baru
Lho, kok Orde Baru? Nggak, bukan masa kamu yang iseng banget, merubah format tugas di modul, tapi ini masa pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Jadi selama masa ini, sistem pemerintahan Indonesia yang maju-mundur. Nasibnya kayak orang yang suka nyari jodoh tapi gagal terus. Pokoknya, ini masa di mana negara berusaha menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak terpecahkan (ayolah, jangan jadi penghianat teman sendiri).
Sistem Pemerintahan di Indonesia pada Masa Reformasi
Lingkaran sistem pemerintahan di Indonesia terus berputar. Setelah Orde Baru, terjadi gerakan reformasi tahun 1998 yang melahirkan kebebasan berpendapat dan berdemokrasi. Seru banget, kan? Rasain kayak yang dijodoh-jodohin tapi setelah putus bisa lihat dan pacaran sama orang lain, meskipun kasihan dan nggak tahankan.
Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini sistem pemerintahan Indonesia menganut sistem pemerintahan republik parlementer dengan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Jadi, sederhananya, kita itu kayak kelompok yang ada ketuanya, tapi ketua kita itu spesial banget dan punya gaji super-duper.
Sistem Pemerintahan yang Dianut Indonesia Sekarang
Oke, ini dia yang ditunggu-tunggu! Sistem pemerintahan yang dianut oleh negara kita tercinta Indonesia adalah sistem pemerintahan republik, yang berarti kebijakan diambil melalui pemilihan umum. Jadi, gimana sistem pemerintahan republik itu berjalan?
Apa Itu Sistem Pemerintahan Republik?
Jadi, sistem pemerintahan republik ini adalah sistem pemerintahan dimana pemimpin negara atau Presiden yang jadi bos besar, dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Jadi, ini kayak kamu milih Ketua OSIS yang paling berani, paling ganteng, paling pintar, dan yang paling sering diem tiap kali didalam kelas, tapi tau-tau rame saat rapat OSIS. Nah, Presiden ini yang bertugas menjalankan negara, dan rakyat memiliki perwakilan yang disebut sebagai DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) atau yang lebih akrab dengan DPR. Kayak wakil kelas gitu, tapi jadi wakil Indonesia yang ngurusin urusan negara kita semua.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Republik
Sampeyan mungkin kepikiran, “Lah, kalau pemerintahan republik itu enak banget, apa nggak ada kekurangannya?” Ternyata, ini nih, bro, kelebihan dari sistem pemerintahan republik!
Kelebihan Pertama: Kebebasan Berpendapat
Dalam sistem pemerintahan republik, setiap individu nggak akan ditindas atau dijatuhkan oleh penguasa. Mau punya pendapat lain? Sangat dianjurkan! Pokoknya, renungkan kalimat bijak yang ini: “Bukan karena kumpulan selebgram jadi artis, bukan karena kumpulan artis jadi bergilir selebgram.” Yup, setiap orang memiliki hak untuk mengemukakan pendapatnya. Kayak kamu yang bisa ngomong di depan kelas pas presentasi, tapi pas ditanya oleh guru langsung jatuh dari panggung, hahaha.
Kelebihan Kedua: Pemimpin Terpilih
Oke, ini yang kedua. Jadi, Presiden kita merupakan pemimpin terpilih dari rakyat kita sendiri melalui proses pemilihan umum. Gak kayak sistem pemerintahan tadi, ini benar-benar dipilih langsung oleh rakyat. Jadi, ga ada orang yang bisa bilang, “Dapatlah dia jadi penguasa karena dia berpintar dan berilmu.” Nah, jadi kamu juga bisa melamar pekerjaan sebagai pemimpin Indonesia nih, tapi kamu nggak bakal masuk daftar siapa-siapa.
Kelebihan Ketiga: Adanya Pembedaan Wewenang
Dalam sistem pemerintahan republik, wewenang antara presiden dan dewan perwakilan rakyat itu dipisah. Presiden fokusnya jalan-jalan keliling negara sambil memimpin, sementara dewan perwakilan rakyat fokusnya bikin aturan yang penting banget untuk negara kita. Asyiknya, mereka kerja sambil nyanyi-nyanyi di pelaminan gitu.
Kekurangan Sistem Pemerintahan Republik
Okay, di sini kami akan membahas juga kekurangan dari sistem pemerintahan republik. Masih penasaran, kan? Nah, ini dia kekurangan dari sistem pemerintahan republik!
Kekurangan Pertama: Unsur Korupsi
Masih ada, bro, unsur korupsi di dalam sistem pemerintahan republik. Mungkin kamu sering dengar tentang skandal korupsi di Indonesia. Asli, kebanyakan korupsi itu semacam gacha game. Kenapa? Karena uang kamu masuk dalam gacha, tapi persentase kamu dapetin barang yang bagus itu nggak sampe tiga persen. Ini adalah hukum alam kaya pas kamu kaget banget liat temen kamu yang berkacamata dan betisnya gede pas di kelas foto. Jadi, jangan korupsi ya, mending minjem duit ke temen yang mampus aja.
Kekurangan Kedua: Ketergantungan pada Pemilihan Umum
Yup, kekurangan yang satu ini masih berhubungan sama proses pemilihan umum di sistem pemerintahan republik. Pemilihan umum bisa jadi saling berpengaruh banget. Misalnya, kamu suka nonton tiktok temen kamu yang pinter sih, tapi pas ketemu dia di kelas, malah versi aslinya nggak sesuai dengan video tiktok-nya. Nah, ini dia pemilihan pemimpin yang bisa berkesan palsu di medsos, tapi kalau ketemu langsung banyak bacotnya.
Kekurangan Ketiga: Tergantung pada Individu Pemimpin
Kekurangan ketiga ini gak bisa kita hindari, bro. Kadang-kadang ada pemimpin yang nggak bertanggung jawab. Misalnya, kamu jajan es krim di toko, tapi tukang es krimnya malas, jadi ngasih kamu es krim yang setengah geto doang. Nah, hal serupa bisa juga terjadi dengan pemimpin kita. Kamu yang berpikir positif bakal dijadiin kuli roso sama pemimpin negara nanti. Kamu bayangin saja, pak presiden rebutan nasi bekep sama kamu di bandara.
Cara Menjalankan Sistem Pemerintahan Republik
Bagaimana sih, cara menjalankan sistem pemerintahan republik ini? Nah, nggak perlu bingung, bro. Ini dia cara-cara menjalankan sistem pemerintahan republik dengan baik!
Cara Pertama: Membangun Agama yang Kuat
Oh iya, cara pertama menjalankan sistem pemerintahan republik dengan baik adalah dengan membangun agama yang kuat. Kamu mesti tahu, gak ada yang lebih kuat dari kepercayaan diri. Dalam kelompok kamu, kamu merasa diperhebat sama kelompok lain yang lebih kuat, tapi di dalam hati, kamu tahu bahwa keyakinanmu adalah yang paling kuat. Jadi, kamu perlu membangun keyakinan diri yang kuat dalam menjalankan sistem ini. Misalnya, kamu ngajakin teman-temanmu untuk ikut ke gereja kalau bapakmu jadi pendeta. Kamu berdoa, “Ya Allah, bukakanlah pintu hatiku!” sambil pura-pura baca buku beneran.
Cara Kedua: Menerapkan Keadilan
Selain memperkuat iman, salah satu cara menjalankan sistem pemerintahan republik adalah dengan menerapkan keadilan. Jadi, kamu coba bayangin gimana rasanya ada guru yang nilai kamu terlalu tinggi sedangkan kamu tahu pekerjaan yang kamu kerjakan cuma setengah-setengah. Tentu aja bahagia, tapi ada di hati kamu yang berkata, ini nggak adil. Nah, dalam menjalankan sistem pemerintahan republik, kita juga harus menerap