Sistem Pemerintahan Pada Masa Demokrasi Terpimpin

Perkembangan politik Indonesia semenjak era Demokrasi Terpimpin telah membawa perubahan yang signifikan pada negara kita. Dalam era ini, pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno dan mengusung ideologi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme yang dikenal dengan nama Tri Tunggal.

Perkembangan Politik Masa Demokrasi Terpimpin

Periode Demokrasi Terpimpin dimulai pada tahun 1959, setelah Indonesia keluar dari era Konstitusi RIS. Pada masa ini, Pemerintah menyusun Pancasila sebagai dasar negara yang menggantikan UUD 1945. Selain itu, sistem pemerintahan yang diterapkan adalah sistem parlementer.

Sistem parlementer pada masa Demokrasi Terpimpin berarti bahwa Presiden menjadi Kepala Negara yang juga memegang kekuasaan eksekutif. Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Konstituante.

Salah satu contoh gambaran politik pada masa Demokrasi Terpimpin adalah ketika pada tahun 1960, Soekarno membubarkan Parlemen dan membentuk pemerintahan Gotong Royong. Pada masa ini, terjadi penegasan terhadap paham Nasionalisme, Agama, dan Komunisme.

Sejarah Masa Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin di Indonesia berlangsung dari tahun 1959 hingga tahun 1965. Pada masa ini, Indonesia mengalami beberapa peristiwa yang signifikan. Salah satunya adalah G30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965 dan menyebabkan jatuhnya Soekarno serta mengubah paradigma politik Indonesia.

Masa Demokrasi Terpimpin dipengaruhi oleh penyatuan politik dan ekonomi dengan pemikiran Revolusi Mental serta Pancasila sebagai ideologi negara. Pemerintahan Soekarno mencoba menghindari konflik antara partai politik dan merangkul semua kelompok kepentingan dalam bentuk politik Gotong Royong.

Di dalam politik Gotong Royong, partai politik yang ada saat itu dibubarkan dan digantikan dengan Dewan Gotong Royong (DGR). Namun, setelah peristiwa G30S/PKI, sistem Demokrasi Terpimpin mulai ditinggalkan dan bergeser menjadi Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.

Apa Itu Demokrasi Terpimpin?

Definisi Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin adalah sebuah sistem pemerintahan yang diterapkan di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Sistem ini didasarkan pada ideologi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme yang dikenal dengan sebutan Tri Tunggal.

Tujuan Demokrasi Terpimpin

Tujuan dari Demokrasi Terpimpin adalah menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, serta menciptakan negara yang berkeadilan sosial. Pada masa ini, Soekarno ingin menggabungkan ideologi yang ada di Indonesia, yaitu Pancasila, dengan ideologi komunisme.

Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin memiliki beberapa ciri-ciri yang khas, antara lain:

  • Presiden memiliki kekuasaan yang sangat besar dan dipilih oleh MPR.
  • Adanya ideologi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme yang menjadi pedoman.
  • Sistem ekonomi yang diterapkan adalah campuran antara ekonomi terencana dan ekonomi berdasarkan inisiatif swasta.
  • Dibentuknya Dewan Gotong Royong yang menjadi lembaga tertinggi dalam pemerintahan.

Kelebihan Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin memiliki beberapa kelebihan yang perlu kita ketahui:

1. Stabilitas Politik

Dengan adanya sistem pemerintahan yang terpusat pada satu tokoh, stabilisasi politik dapat tercapai dengan lebih mudah. Kekuatan dan keputusan politik ada pada satu kepala negara sehingga tidak ada perdebatan yang berlarut-larut dalam pembuatan kebijakan.

2. Persatuan Nasional

Demokrasi Terpimpin memiliki tujuan utama yaitu persatuan nasional. Dalam sistem ini, semua pihak diharapkan bisa saling bekerja sama dalam mencapai tujuan negara secara bersama-sama. Kebersamaan untuk mewujudkan kepentingan nasional akan menjadikan negara lebih kuat dan solid.

3. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial

Demokrasi Terpimpin mengedepankan kebijakan ekonomi yang berorientasi kepada kesejahteraan sosial. Pemerintah memiliki kendali terhadap sektor ekonomi dan dapat mengatur siapa yang mendapatkan manfaat dari pembangunan ekonomi yang dilakukan.

Kekurangan Demokrasi Terpimpin

Tentu saja, seperti sistem pemerintahan lainnya, Demokrasi Terpimpin juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan:

1. Kurangnya Ruang Demokrasi

Dalam sistem ini, kebebasan berpendapat terbatas karena semua keputusan politik ada pada satu orang, yaitu Presiden. Warga negara tidak diberikan kesempatan yang cukup untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik.

2. Potensi Kekuasaan Korup

Keputusan yang diputuskan oleh satu orang atau kelompok kecil dapat berpotensi menghasilkan tindakan korupsi. Dalam sistem ini, kekuasaan yang terpusat pada satu orang bisa memicu terjadinya tindakan penyalahgunaan kekuasaan dan pemerasan yang merugikan masyarakat.

3. Kesenjangan Sosial

Demokrasi Terpimpin menggunakan sistem ekonomi yang campuran, di mana pemerintah memiliki kendali penuh atas sektor ekonomi. Namun, dalam praktiknya, kadang-kadang terjadi kesenjangan sosial yang semakin memperbesar kesenjangan antara orang kaya dan miskin.

Cara Kerja Demokrasi Terpimpin

Dalam sistem Demokrasi Terpimpin, kekuasaan eksekutif sepenuhnya berada di tangan Presiden. Presiden tidak hanya menjadi Kepala Negara, tetapi juga Kepala Pemerintahan. Presiden dipilih oleh MPR yang terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Konstituante.

Sistem parlementer juga diterapkan pada masa ini, di mana Presiden menjadi pemimpin partai dengan opsi partai yang bisa mengusung program-program politik yang ingin dijalankan oleh pemerintahannya.

Spesifikasi dan Merk yang Berhubungan dengan Masa Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin menghasilkan berbagai kebijakan dan program yang berpengaruh pada perkembangan negara. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi dan merk yang terkait dengan masa Demokrasi Terpimpin:

Sistem Ekonomi

Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia menganut sistem ekonomi campuran yang terdiri dari ekonomi terencana dan ekonomi berdasarkan inisiatif swasta. Dalam sistem ini, pemerintah memiliki kendali terhadap sektor ekonomi dan berusaha meningkatkan kesejahteraan sosial.

Merk yang Terkait

Dalam bidang politik, beberapa tokoh dan kelompok yang terkait dengan masa Demokrasi Terpimpin adalah Soekarno, PKI (Partai Komunis Indonesia), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan lain sebagainya.

Harga

Tentu saja, tidak ada harga yang bisa disebutkan secara spesifik untuk masa Demokrasi Terpimpin. Namun, perubahan kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah pada masa ini dapat mempengaruhi harga-harga barang dan jasa di pasaran.

Conclusion

Demokrasi Terpimpin merupakan periode penting dalam sejarah politik Indonesia. Meskipun memiliki kelebihan dan kekurangan, masa ini telah membawa perubahan signifikan bagi negara kita. Dalam sistem ini, kekuasaan eksekutif terpusat pada seorang Presiden, yang diharapkan dapat menjaga stabilitas politik dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Sistem parlementer diterapkan dalam Demokrasi Terpimpin, di mana Presiden juga menjadi pemimpin partai politik. Selain itu, sistem ekonomi campuran juga menjadi salah satu ciri khas masa ini, dengan pemerintah memiliki kendali terhadap sektor ekonomi.

Selain itu, penekanan pada persatuan nasional dan penghapusan partai politik juga menjadi catalisator perubahan pada era Demokrasi Terpimpin. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa masa ini juga memiliki kekurangan seperti kurangnya ruang demokrasi dan potensi penyalahgunaan kekuasaan, tetapi kita tidak bisa melupakan kontribusi yang diberikan selama periode ini terhadap perkembangan negara Indonesia.