Sistem Keuangan Islam

Sistem Keuangan Islam

sistem keuangan islam

Apa Itu Sistem Keuangan Islam?

Sistem keuangan Islam adalah suatu sistem yang mengatur segala transaksi dan aktivitas keuangan dengan mengacu pada prinsip-prinsip syariah Islam. Prinsip syariah ini melarang segala bentuk riba (bunga), spekulasi, dan gharar (ketidakpastian) dalam setiap transaksi. Sistem ini mempromosikan keadilan, keberlanjutan, dan keberpihakan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kelebihan Sistem Keuangan Islam

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh sistem keuangan Islam. Pertama, sistem ini berbasis pada prinsip-prinsip syariah yang menekankan pada keadilan dan keberlanjutan. Dalam sistem ini, tidak ada pihak yang mendapatkan keuntungan dari bunga atau spekulasi yang merugikan orang lain.

Kedua, sistem keuangan Islam mendorong inklusivitas dan keberpihakan kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam sistem ini, semua individu, termasuk yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan konvensional, dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Ketiga, sistem ini mendorong modal berbasis risiko. Dalam sistem konvensional, bank meminjamkan uang dengan bunga tetap tanpa mempertimbangkan risiko yang dihadapi oleh peminjam. Namun, dalam sistem keuangan Islam, mekanisme bagikan risiko diterapkan untuk memastikan bahwa pihak yang meminjam uang juga memikul risiko yang sesuai.

Kekurangan Sistem Keuangan Islam

Meskipun memiliki banyak kelebihan, sistem keuangan Islam juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, perkembangannya masih terbatas. Sistem keuangan Islam baru diterapkan dalam beberapa negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Hal ini membuat akses terhadap produk dan layanan keuangan syariah masih terbatas bagi orang-orang di negara-negara lain.

Kedua, implementasi sistem ini menghadapi beberapa tantangan teknis. Misalnya, menemukan cara yang efektif untuk menentukan tingkat pengembalian yang adil dalam investasi. Juga, masih ada perbedaan pendapat di antara para ahli hukum Islam terkait beberapa peraturan yang berkaitan dengan sistem keuangan Islam ini.

Cara Kerja Sistem Keuangan Islam

Sistem keuangan Islam beroperasi dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Salah satu prinsip utama dalam sistem ini adalah menghindari riba (bunga). Dalam sistem konvensional, bank memberikan pinjaman dengan memberlakukan bunga kepada peminjam, sedangkan dalam sistem keuangan Islam, bank memberikan pinjaman tanpa bunga dengan sistem bagi hasil.

Selain itu, sistem keuangan Islam juga melarang spekulasi, gharar (ketidakpastian), dan investasi dalam hal-hal yang diharamkan menurut hukum Islam, seperti alkohol atau perjudian. Transaksi dalam sistem ini harus didasarkan pada aktivitas nyata dan berkaitan dengan perekonomian riil.

Spesifikasi Sistem Keuangan Islam

Sistem keuangan Islam memiliki beberapa spesifikasi yang membedakannya dengan sistem konvensional. Pertama, sistem ini berbasis pada prinsip syariah Islam, yang melarang segala bentuk riba, spekulasi, dan gharar dalam transaksi.

Kedua, sistem ini menggunakan prinsip bagi hasil dalam memberikan pinjaman atau investasi. Bank memberikan modal kepada pihak yang membutuhkan dan membagi keuntungan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Hal ini memastikan adanya keadilan dalam pembagian hasil.

Ketiga, sistem keuangan Islam juga mendorong inklusivitas dan keberpihakan kepada masyarakat yang lebih luas. Produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah harus tersedia untuk semua orang, tidak hanya untuk sekelompok kecil orang yang memiliki akses ke layanan keuangan konvensional.

Merk dan Harga Sistem Keuangan Islam

Ada beberapa institusi dan bank yang menyediakan layanan keuangan berbasis syariah. Beberapa bank syariah ternama di Indonesia antara lain Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia Syariah.

Terkait harga, hal ini dapat berbeda-beda tergantung pada produk atau layanan yang ditawarkan oleh masing-masing bank. Umumnya, biaya administrasi dan suku bunga dalam sistem keuangan Islam tidak sebesar dalam sistem konvensional karena tidak ada unsur bunga dalam transaksi keuangan.

Sumber Gambar:

1. https://image.slidesharecdn.com/sistemkeuanganislam-180409072500/95/sistem-keuangan-islam-14-638.jpg?cb=1523258783

2. https://ultimatesammy.files.wordpress.com/2014/01/1523233shutterstock-121396033780×390.jpg

3. http://rajagrafindo.co.id/wp-content/uploads/2019/02/sistem-keuangan-islam-muhamad.png

4. https://image.slidesharecdn.com/sistemkeuanganislam-180409072500/95/sistem-keuangan-islam-2-638.jpg?cb=1523258783