Hukum Bacaan Surah An-Nur Ayat 2 2021

Pendahuluan
Surah An-Nur adalah salah satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 64 ayat. Surah ini termasuk dalam surah Madaniyah yang diturunkan setelah Rasulullah pindah ke Madinah. Surah ini mengandung beberapa hukum dan perintah bagi umat Islam, termasuk hukum bacaan pada ayat-ayat tertentu. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2 tahun 2021.
Apa Itu Surah An-Nur Ayat 2?
Surah An-Nur Ayat 2 merupakan salah satu ayat dalam Surah An-Nur yang berbunyi:
“Orang yang berzina dan perempuan yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian dan hendaklah (pelaksanaan) hukum mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
Hukum bacaan pada ayat ini adalah salah satu aspek penting dalam memahami maksud dan tafsir dari ayat tersebut. Dalam Islam, hukum bacaan diajarkan untuk memastikan pengucapan kata-kata dalam Al-Qur’an sesuai dengan tajwid yang benar.

Hukum Bacaan Tajwid Surat An-Nur Ayat 2
Pada Surah An-Nur Ayat 2, terdapat beberapa hukum bacaan dalam melafalkan ayat tersebut. Berikut adalah beberapa hukum tajwid yang perlu diperhatikan:
1. Hukum Nun Sukun dan Tanwin
Pada ayat ini, terdapat lafal “wan” setelah kata “zina”. Lafal ini merupakan lafal yang bermad tersebut dibaca dengan menggunakan nun sukun atau tanwin. Dalam hukum tajwid, terdapat aturan khusus dalam melafalkan nun sukun atau tanwin.
2. Hukum Idgham Bighunnah
Pada kata “yaznahunna” dan “la tahsinu” terdapat huruf nun sakinah bertemu dengan huruf ya. Dalam hal ini, nun sakinah tersebut harus dilafalkan dengan idgham bighunnah, yaitu dengan melafalkan nun sakinah seperti huruf mim yang terdengar.
3. Hukum Idzhar
Pada kata “dzoaniyatahuma” terdapat huruf ya mati yang diikuti dengan huruf nun. Dalam hukum tajwid, ada hukum idzhar yang menyebutkan bahwa nun sakinah atau tanwin yang ada di akhir kalimat dan diikuti oleh huruf ya harus dilafalkan dengan jelas, tanpa adanya penggabungan suara.
4. Hukum Mad
Pada kata “deralah” terdapat huruf dal yang memiliki sifat mad tawil. Dalam hukum tajwid, huruf dal tersebut harus dilafalkan dengan memanjangkan suaranya selama dua harakat.
5. Hukum Lam Syamsiah
Pada kata “lama” terdapat huruf lam yang termasuk dalam hukum lam syamsiah. Dalam hukum tajwid, huruf lam syamsiah dilafalkan dengan melipat lidah ke atas dan mengeraskan suara ketika dilafalkan.
Apa Arti dari Surah An-Nur Ayat 2?
Surah An-Nur Ayat 2 memiliki arti sebagai berikut:
“Orang yang berzina dan perempuan yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian dan hendaklah (pelaksanaan) hukum mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”
Ayat ini memberikan peringatan keras bagi orang-orang yang terlibat dalam perbuatan zina. Zina merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam dan dihukum dengan hukuman yang sesuai. Dalam ayat ini, Allah SWT mengingatkan umat Islam untuk tidak merasa kasihan terhadap orang yang terlibat dalam perbuatan zina, karena hal tersebut bisa mencegah pelaksanaan agama Allah. Ayat ini juga menekankan pentingnya kesaksian dari orang-orang yang beriman dalam pelaksanaan hukuman terhadap pelaku zina.

Siapa yang Berzina dan Perempuan yang Berzina?
Surah An-Nur Ayat 2 menjelaskan hukuman bagi orang yang berzina dan perempuan yang berzina. Berikut adalah penjelasan mengenai siapa yang dimaksud dengan orang yang berzina dan perempuan yang berzina dalam ayat tersebut:
1. Orang yang Berzina
Orang yang berzina merujuk kepada seseorang yang melakukan hubungan intim dengan orang yang tidak halal baginya. Zina merupakan salah satu dosa besar dalam Islam yang memiliki hukuman yang sangat berat.
2. Perempuan yang Berzina
Perempuan yang berzina merujuk kepada wanita yang ikut terlibat dalam perbuatan zina. Wanita yang terlibat dalam perbuatan zina juga akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.
Dalam Islam, zina adalah perbuatan yang sangat dilarang dan dihukum dengan hukuman yang jelas. Hukuman bagi pelaku zina tergantung pada statusnya, apakah dia sudah menikah atau belum. Bagi yang sudah menikah, hukuman yang diberikan adalah rajam, yaitu dilempari dengan batu sampai mati. Sedangkan bagi yang belum menikah, hukumannya adalah cambuk sebanyak 100 kali.
Kapan Hukum Bacaan Surah An-Nur Ayat 2 Berlaku?
Hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2 berlaku sepanjang waktu. Ayat ini diturunkan sebagai peringatan dan hukuman bagi orang-orang yang terlibat dalam perbuatan zina. Dalam Islam, zina adalah dosa yang selalu dilarang, baik di masa lalu, masa sekarang, ataupun masa yang akan datang. Oleh karena itu, hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2 tetap berlaku sepanjang waktu sebagai pengingat dan peringatan bagi umat Islam.
Dimana Hukum Bacaan Surah An-Nur Ayat 2 Dipraktikkan?
Hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2 dapat dipraktikkan di mana saja, asalkan orang yang melakukannya mengerti dan memahami arti dari ayat tersebut. Di dalam Al-Qur’an, Surah An-Nur Ayat 2 tercatat sebagai salah satu ayat dan dapat dibaca di mana saja orang ingin membaca Al-Qur’an. Namun, penting bagi umat Islam untuk melafalkan ayat ini dengan memperhatikan tajwid yang benar agar pengucapan kata-kata sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam agama Islam.
Bacaan Surah An-Nur Ayat 2 juga bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kehidupan keluarga dan masyarakat agar terhindar dari perbuatan zina. Ayat ini mengandung larangan untuk belas kasihan kepada pelaku zina sehingga masalah ini dapat ditindak secara tegas sesuai dengan ketentuan Islam.

Bagaimana Cara Melakukan Hukum Bacaan Surah An-Nur Ayat 2?
Untuk melaksanakan hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:
1. Membaca Surah An-Nur Ayat 2
Langkah pertama adalah membaca Surah An-Nur Ayat 2 dengan baik dan benar sesuai dengan hukum tajwid yang berlaku. Umat Islam dianjurkan untuk melafalkan ayat ini dengan pengucapan yang jelas dan benar, sehingga pesan yang terkandung dalam ayat ini bisa lebih paham dan bermanfaat.
2. Memahami Makna Ayat
Selanjutnya, penting bagi umat Islam untuk memahami makna dari Surah An-Nur Ayat 2. Ayat ini mengandung pesan dan peringatan yang perlu dipahami dengan baik agar umat Islam bisa menjauhi perbuatan zina dan menghindari hukuman yang ditetapkan dalam agama Islam.
3. Mengamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Praktikkan ajaran yang terkandung dalam Surah An-Nur Ayat 2 dalam kehidupan sehari-hari. Hindarilah perbuatan zina dan bantu memutus mata rantai zina di masyarakat dengan membantu menyadarkan orang lain tentang larangan dan hukuman yang diberikan kepada pelaku zina.
Kesimpulan
Hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2 memberikan pengertian tentang perlunya menjaga diri dari perbuatan zina. Zina adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam dan mendapatkan hukuman yang tegas. Dalam melafalkan ayat ini, umat Islam perlu memperhatikan hukum tajwid yang ditegaskan dalam Islam
Surah An-Nur Ayat 2 juga mengingatkan umat Islam untuk tidak merasa belas kasihan terhadap orang yang terlibat dalam perbuatan zina agar pelaksanaan agama Allah dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu. Hal ini juga menekankan pentingnya kesaksian dari orang-orang yang beriman dalam pelaksanaan hukuman terhadap pelaku zina.
Dalam menjalankan hukum bacaan Surah An-Nur Ayat 2, umat Islam perlu memahami makna dari ayat ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan hal ini, umat Islam dapat menghindari perbuatan zina dan membantu membangun masyarakat yang berkualitas serta terhindar dari perbuatan yang dilarang dalam agama Islam.