Pernahkah Anda meminjam uang dari teman atau kerabat? Apakah Anda mengetahui bagaimana membuat sebuah perjanjian untuk hutang pinjaman? Jika belum, berikut ini adalah beberapa contoh surat perjanjian hutang pinjaman beserta dengan penjelasannya.
Apa Itu Surat Perjanjian Hutang Pinjaman?
Surat perjanjian hutang pinjaman adalah sebuah dokumen resmi yang dibuat dan ditandatangani oleh dua belah pihak yang mencantumkan nomor rekening dan pinjaman uang yang diberikan atau dipinjamkan beserta jangka waktu dan bunga yang disepakati.
Mengapa Perlu Membuat Surat Perjanjian Hutang Pinjaman?
Membuat surat perjanjian hutang pinjaman sangat penting terutama jika jumlah pinjaman tersebut cukup besar. Hal ini dapat mencegah munculnya penafsiran yang berbeda-beda antara kedua belah pihak dan menjadi bukti yang sah jika nantinya terjadi masalah atau sengketa.
Bagaimana Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Pinjaman?
Untuk membuat surat perjanjian hutang pinjaman, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dokumen yang akan diisi seperti kertas surat, pena dan stempel. Selanjutnya, isi dokumen tersebut dengan informasi yang dibutuhkan, yaitu:
- Nama, nomor KTP, dan alamat jelas dari peminjam dan pemberi pinjaman
- Jumlah uang yang dipinjamkan/diberikan
- Jangka waktu pengembalian uang
- Bunga yang disepakati
- Gambaran atau penjelasan apabila terlambat membayar
- Tanda tangan dan stempel dari kedua belah pihak
Contoh Surat Perjanjian Hutang Pinjaman 1
Berikut ini adalah contoh surat perjanjian hutang pinjaman pertama:

Sumber gambar: contohsurat.my.id
Kepada Yth.,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : (Nama peminjam)
Alamat : (Alamat peminjam)
No. KTP : (Nomor KTP peminjam)
Selaku pihak peminjam
Nama : (Nama pemberi pinjaman)
Alamat : (Alamat pemberi pinjaman)
No. KTP : (Nomor KTP pemberi pinjaman)
Selaku pihak pemberi pinjaman
Dalam perjanjian ini menyatakan bahwa:
- Pihak pemberi pinjaman memberikan sejumlah uang tunai kepada pihak peminjam sebesar (jumlah uang yang dipinjamkan).
- Uang yang dipinjamkan di atas merupakan hutang yang harus dibayar oleh pihak peminjam sebelum batas waktu pengembalian yaitu (tanggal).
- Besar bunga yang ditetapkan dalam perjanjian ini sebesar (jumlah bunga yang disepakati).
- Apabila pihak peminjam tidak mampu membayar angsuran tepat waktu, maka pihak peminjam harus membayar denda sebesar 2 persen dari jumlah total utang yang ada.
Demikianlah perjanjian hutang piutang ini dibuat dan ditandatangani secara sukarela dan tanpa paksaan dari kedua belah pihak.
| (Nama peminjam) | (Nama pemberi pinjaman) |
| (Tanda tangan peminjam) | (Tanda tangan pemberi pinjaman) |
Contoh Surat Perjanjian Hutang Pinjaman 2
Berikut ini adalah contoh surat perjanjian hutang pinjaman kedua:

Sumber gambar: blogspot.com
Perjanjian Hutang Piutang
Pada hari ini tanggal (tanggal) kami bertanda tangan dibawah ini:
Nama : (Nama peminjam)
Alamat : (Alamat peminjam)
No. Telp : (Nomor telepon peminjam)
Selaku pihak peminjam
Nama : (Nama pemberi pinjaman)
Alamat : (Alamat pemberi pinjaman)
No. Telp : (Nomor telepon pemberi pinjaman)
Selaku pihak pemberi pinjaman
Dalam hal ini telah sepakat dan membuat perjanjian pinjaman uang sebagai berikut:
- Pihak pemberi pinjaman memberikan pinjaman uang sebesar (jumlah uang yang dipinjamkan) kepada pihak peminjam dengan jangka waktu pengembalian selambat-lambatnya (tanggal).
- Apabila pihak peminjam gagal membayar pinjaman pada saat jatuh tempo, maka telah disepakati dalam perjanjian ini bahwa pihak peminjam diwajibkan membayar denda 2 persen perhari dari jumlah pokok hutang yang belum dibayar sampai pelunasan hutang kelak.
- Apabila pihak peminjam ingkar janji atau tidak membayar hutang tepat waktu, maka pihak pemberi pinjaman berhak mengambil tindakan hukum tanpa melalui proses pemberitahuan terlebih dahulu.
- Apabila terdapat perubahan perjanjian dalam hal ini, maka perubahan harus disetujui kedua belah pihak.
Demikianlah perjanjian hutang piutang ini dibuat dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak dengan kesadaran dan tanpa paksaan dari mana pun.
| (Nama peminjam) | (Nama pemberi pinjaman) |
| (Tanda tangan peminjam) | (Tanda tangan pemberi pinjaman) |
Itulah contoh-contoh surat perjanjian hutang pinjaman yang bisa Anda gunakan sebagai bahan referensi ketika ingin membuat perjanjian dengan pihak lain. Ingatlah untuk menjaga komunikasi yang baik dengan pihak lain dan selalu berlaku jujur dan adil dalam transaksi apapun. Semoga bermanfaat!

