Sistem Konvensional

Sistem Pengapian Konvensional

Gambar Sistem Pengapian Konvensional

Apa itu Sistem Pengapian Konvensional?

Sistem pengapian konvensional adalah suatu sistem pengapian pada mesin mobil yang menggunakan distributor untuk mengatur aliran listrik ke setiap sela busi pada mesin. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional adalah dengan memanfaatkan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh coil pengapian yang kemudian disalurkan melalui kabel pengapian dan distributor ke setiap sela busi. Ketika listrik dilewatkan ke sela busi, busi kemudian akan menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Kelebihan Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Relatif murah dalam hal biaya perawatan dan penggantian komponen.
  • Dirancang dengan sederhana sehingga mudah untuk dipahami dan dioperasikan.
  • Tersedia dengan mudah di pasaran dan toko suku cadang mobil.
  • Dapat digunakan pada berbagai jenis mesin mobil.

Kekurangan Sistem Pengapian Konvensional

Meskipun memiliki kelebihan, sistem pengapian konvensional juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Tingkat efisiensi yang rendah sehingga dapat mengurangi performa mesin.
  • Lebih rentan terhadap keausan dan kerusakan komponen karena penggunaan distributor yang terus berputar.
  • Suhu tinggi di dalam ruang bakar mesin dapat menyebabkan kegagalan sistem pengapian konvensional.
  • Lebih sulit untuk diatur dan disesuaikan dengan kondisi mesin terkini.

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional

Proses kerja sistem pengapian konvensional dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Saat kunci kontak diaktifkan, arus listrik dari baterai akan mengalir ke coil pengapian.
  • Coil pengapian akan meningkatkan tegangan listrik menjadi beberapa ribu volt dan mengirimkannya ke distributor.
  • Distributor akan mengatur aliran listrik ke setiap sela busi sesuai dengan urutan pembakaran pada mesin.
  • Aliran listrik dari distributor akan masuk ke setiap sela busi dan menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Spesifikasi Sistem Pengapian Konvensional

Spesifikasi sistem pengapian konvensional dapat mencakup komponen-komponen berikut:

  • Coil Pengapian: Menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara.
  • Kabel Pengapian: Menghubungkan coil pengapian dengan distributor dan busi.
  • Distributor: Mengatur aliran listrik ke setiap sela busi sesuai dengan urutan pembakaran pada mesin.
  • Setiap Busi: Menyala untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Merk dan Harga Sistem Pengapian Konvensional

Beberapa merk yang terkenal dalam industri sistem pengapian konvensional antara lain:

  • Merk A: Rp 500.000
  • Merk B: Rp 550.000
  • Merk C: Rp 600.000
  • Merk D: Rp 650.000

Sistem Common Rail dan Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Gambar Sistem Common Rail dan Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Apa itu Sistem Common Rail pada Mesin Diesel?

Sistem Common Rail merupakan suatu sistem injeksi bahan bakar pada mesin diesel yang menggunakan satu saluran (common rail) untuk menyimpan bahan bakar yang akan didistribusikan ke setiap ruang bakar mesin. Prinsip kerja sistem Common Rail adalah dengan menyimpan bahan bakar dalam tekanan tinggi di dalam common rail sehingga memungkinkan injektor untuk menyemprotkan bahan bakar dengan presisi yang lebih baik dan akurat ke dalam ruang bakar mesin.

Apa itu Sistem Konvensional pada Mesin Diesel?

Sistem konvensional pada mesin diesel adalah suatu sistem injeksi bahan bakar yang menggunakan pompa injeksi mekanikal untuk menyemprotkan bahan bakar secara langsung ke dalam ruang bakar mesin. Prinsip kerja sistem ini adalah dengan memanfaatkan gaya mekanikal yang dihasilkan oleh pompa injeksi untuk menghasilkan tekanan yang diperlukan agar bahan bakar dapat disemprotkan ke dalam ruang bakar mesin.

Kelebihan Sistem Common Rail pada Mesin Diesel

Sistem Common Rail memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem konvensional pada mesin diesel, antara lain:

  • Lebih efisien dan hemat bahan bakar karena bahan bakar dapat disemprotkan dengan presisi yang lebih baik dan akurat.
  • Menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan.
  • Dapat meningkatkan performa mesin dengan memberikan tekanan bahan bakar yang lebih tinggi.
  • Mengurangi getaran dan kebisingan mesin karena sistem Common Rail bekerja dengan lebih halus.

Kelebihan Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Sistem konvensional juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem Common Rail pada mesin diesel, yaitu:

  • Lebih cocok untuk mesin diesel dengan daya kecil atau sedang.
  • Lebih sederhana dalam hal konstruksi dan komponen sehingga mudah untuk dipahami dan diperbaiki.
  • Kemampuan untuk menangani jenis bahan bakar yang tidak standar.
  • Harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan sistem Common Rail.

Cara Kerja Sistem Common Rail pada Mesin Diesel

Proses kerja sistem Common Rail dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Bahan bakar dari tangki disalurkan ke pompa bahan bakar yang kemudian mengirimkannya ke common rail.
  • Bahan bakar yang tersimpan di dalam common rail akan memiliki tekanan tinggi karena pompa bahan bakar terus menyuplai bahan bakar ke dalamnya.
  • Setiap injektor dihubungkan ke common rail dan terhubung dengan setiap ruang bakar mesin.
  • Pada saat yang tepat, injektor akan membuka dan menyemprotkan bahan bakar dengan presisi yang diperlukan ke dalam ruang bakar mesin.

Cara Kerja Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Proses kerja sistem konvensional pada mesin diesel dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Pompa injeksi mekanikal akan menarik bahan bakar dari tangki dan mengirimkannya ke ruang bakar mesin.
  • Pada saat yang tepat, pompa injeksi akan menyemprotkan bahan bakar secara langsung ke dalam ruang bakar mesin.
  • Bahan bakar akan terbakar di dalam ruang bakar dan menghasilkan daya yang diperlukan untuk menggerakkan mesin.

Spesifikasi Sistem Common Rail pada Mesin Diesel

Spesifikasi sistem Common Rail pada mesin diesel dapat mencakup komponen-komponen berikut:

  • Pompa Bahan Bakar: Mengirimkan bahan bakar dari tangki ke dalam common rail.
  • Common Rail: Menyimpan bahan bakar dengan tekanan tinggi untuk disemprotkan ke dalam ruang bakar mesin.
  • Injektor: Menyemprotkan bahan bakar dengan presisi yang diperlukan ke dalam ruang bakar mesin.

Spesifikasi Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Spesifikasi sistem konvensional pada mesin diesel dapat mencakup komponen-komponen berikut:

  • Pompa Injeksi Mekanikal: Menarik bahan bakar dari tangki dan menyemprotkannya langsung ke dalam ruang bakar mesin.
  • Injektor: Menyalurkan bahan bakar dari pompa injeksi ke dalam ruang bakar mesin.

Merk dan Harga Sistem Common Rail pada Mesin Diesel

Beberapa merk yang terkenal dalam industri sistem Common Rail pada mesin diesel antara lain:

  • Merk X: Rp 2.000.000
  • Merk Y: Rp 2.500.000
  • Merk Z: Rp 3.000.000

Merk dan Harga Sistem Konvensional pada Mesin Diesel

Beberapa merk yang terkenal dalam industri sistem konvensional pada mesin diesel antara lain:

  • Merk P: Rp 1.500.000
  • Merk Q: Rp 1.800.000
  • Merk R: Rp 2.000.000

Sistem Pengapian Konvensional

Gambar Sistem Pengapian Konvensional

Apa itu Sistem Pengapian Konvensional?

Sistem pengapian konvensional adalah suatu sistem pengapian pada mobil yang menggunakan distributor. Prinsip kerja sistem ini adalah dengan memanfaatkan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh coil pengapian yang kemudian disalurkan melalui kabel pengapian dan distributor ke setiap sela busi pada mesin mobil. Ketika listrik dilewatkan ke sela busi, busi kemudian akan menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Kelebihan Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian konvensional memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Relatif murah dalam hal biaya perawatan dan penggantian komponen.
  • Dirancang dengan sederhana sehingga mudah untuk dipahami dan dioperasikan.
  • Tersedia dengan mudah di pasaran dan toko suku cadang mobil.
  • Dapat digunakan pada berbagai jenis mesin mobil.

Kekurangan Sistem Pengapian Konvensional

Meskipun memiliki kelebihan, sistem pengapian konvensional juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Tingkat efisiensi yang rendah sehingga dapat mengurangi performa mesin.
  • Lebih rentan terhadap keausan dan kerusakan komponen karena penggunaan distributor yang terus berputar.
  • Suhu tinggi di dalam ruang bakar mesin dapat menyebabkan kegagalan sistem pengapian konvensional.
  • Lebih sulit untuk diatur dan disesuaikan dengan kondisi mesin terkini.

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional

Proses kerja sistem pengapian konvensional dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Saat kunci kontak diaktifkan, arus listrik dari baterai akan mengalir ke coil pengapian.
  • Coil pengapian akan meningkatkan tegangan listrik menjadi beberapa ribu volt dan mengirimkannya ke distributor.
  • Distributor akan mengatur aliran listrik ke setiap sela busi sesuai dengan urutan pembakaran pada mesin.
  • Aliran listrik dari distributor akan masuk ke setiap sela busi dan menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Spesifikasi Sistem Pengapian Konvensional

Spesifikasi sistem pengapian konvensional dapat mencakup komponen-komponen berikut:

  • Coil Pengapian: Menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara.
  • Kabel Pengapian: Menghubungkan coil pengapian dengan distributor dan busi.
  • Distributor: Mengatur aliran listrik ke setiap sela busi sesuai dengan urutan pembakaran pada mesin.
  • Setiap Busi: Menyala untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar mesin.

Merk dan Harga Sistem Pengapian Konvensional

Beberapa merk yang terkenal dalam industri sistem pengapian konvensional antara lain:

  • Merk A: Rp 500.000
  • Merk B: Rp 550.000
  • Merk C: Rp 600.000