Contoh Hukum Bacaan Idgham Mimi – Viral Update
Apa itu Idgham Mimi? Bagaimana hukum bacaan Idgham Mimi? Dimana dan kapan Idgham Mimi diterapkan? Bagaimana cara melaksanakan Idgham Mimi? Mari kita bahas lebih lanjut mengenai Idgham Mimi dalam bahasa Indonesia.
Contoh Idgham Mimi Beserta Surat Dan Ayatnya
Pada tulisan ini, kita akan membahas tentang Idgham Mimi beserta contoh-contoh dari surat dan ayat-ayat Al-Quran yang menerapkan Idgham Mimi. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Contoh Idgham Mimi – Hukum Idghom Mitslain ~ POSITIVE THINKING – Arti
Idgham Mimi merupakan salah satu hukum bacaan dalam Tajwid. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang contoh Idgham Mimi dan hukum Idghom Mitslain. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Idgham Mutamatsilain Contoh – Ide Belajar
Bagaimana cara melaksanakan Idgham Mimi secara benar? Apa kesimpulan dari tulisan ini? Temukan jawabannya di bawah ini.
Apa Itu Idgham Mimi?
Idgham Mimi adalah salah satu aturan dalam Tajwid yang berhubungan dengan cara membaca dua huruf yang bertemu. Idgham Mimi terjadi ketika huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun. Dalam kasus ini, huruf Nun Sukun atau Tanwin akan berfusi atau digabungkan dengan huruf Mim Sukun sehingga tidak terjadi spasi atau jeda saat membacanya. Dalam bahasa Arab, idgham berarti menggabungkan atau mencampur.
Idgham Mimi terjadi ketika membaca huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun pada akhir kalimat atau setelahnya. Agar dapat melaksanakan Idgham Mimi dengan baik, kita perlu menguasai hukum bacaan Idgham Mimi secara detail.
Hukum Bacaan Idgham Mimi
Bagi yang ingin mempelajari Tajwid, salah satu hal yang perlu dikuasai adalah hukum bacaan Idgham Mimi. Hukum bacaan ini menjadi penting karena sering muncul dalam beberapa surat dalam Al-Quran. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hukum bacaan Idgham Mimi:
- Huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun dalam satu kata
- Mengeluarkan suara Idgham dengan mati atau sukun
- Tidak berhenti atau mengucapkan nun mati atau tanwin sebagai suatu bunyi terpisah
- Bunyi nun mati atau tanwin berfusi dengan huruf mim mati atau sukun
Apabila hukum bacaan Idgham Mimi dilaksanakan dengan benar, maka kalimat akan terdengar lebih baik ketika dibacakan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami dan menguasai hukum bacaan Idgham Mimi. Berikut ini adalah beberapa contoh Idgham Mimi beserta surat dan ayat-ayatnya:
1. Surat Al-Fatihah Ayat 1
“Bismillahirrahmanirrahim”
Pada ayat pertama dari Surat Al-Fatihah, terdapat contoh Idgham Mimi pada huruf Nun Sukun bertemu dengan huruf Mim Sukun. Saat membacanya, kita perlu menggabungkan kedua huruf tersebut sehingga terdengar sebagai satu bunyi yang mengalir.
2. Surat Al-Baqarah Ayat 118
“Wa qoluuu | Lann yadkhulal jannata illaa man kaana huudan aw nashoraa”
Pada ayat 118 dari Surat Al-Baqarah, terdapat contoh Idgham Mimi pada kata “lann” yang diikuti oleh kata “yadkhulal”. Huruf Nun Sukun pada kata “lann” akan digabungkan dengan huruf Mim Sukun pada kata “yadkhulal” sehingga terdengar sebagai satu bunyi yang terhubung.
3. Surat An-Naml Ayat 40
“Qoolaa”, “SanaShidooleyaa”, “Kunnat Qoomatan”
Pada ayat 40 dari Surat An-Naml, terdapat beberapa contoh Idgham Mimi. Pada kata “Qoolaa”, huruf Nun Sukun pada kata tersebut akan digabungkan dengan huruf Mim Sukun pada kata “SanaShidooleyaa” sehingga terdengar sebagai satu bunyi yang terhubung. Begitu pula pada kata “Kunnat Qoomatan”, bunyi nun mati pada kata “Kunnat” akan berfusi dengan huruf mim mati pada kata “Qoomatan”.
Dalam hukum bacaan Idgham Mimi, terdapat dua jenis Idgham, yaitu Idgham Mutamatsilain dan Idgham Ma’al Ghunna. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis tersebut:
1. Idgham Mutamatsilain
Idgham Mutamatsilain terjadi ketika huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun tanpa ada tanda harakat atau tanda baca yang memisahkan keduanya. Dalam Idgham Mutamatsilain, ketika kita membacanya, kedua huruf tersebut akan digabungkan sehingga terdengar sebagai satu bunyi yang terhubung. Contohnya adalah ketika kita membaca “Bismillahirrahmanirrahim” pada surat-surat dalam Al-Quran.
2. Idgham Ma’al Ghunna
Idgham Ma’al Ghunna terjadi ketika huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun yang diikuti oleh tanda waqaf (berhenti) atau tanda harakat qasrah di atas Mim Sukun. Dalam Idgham Ma’al Ghunna, kita perlu memperpanjang huruf Mim Sukun dengan menahan bacaan tersebut sejenak. Setelah itu, digunakan hukum bacaan Ghunna, yaitu mengeraskan bacaan Nun menjadi bunyi “ng” atau “ny”. Contohnya adalah ketika kita membaca “Qul huwallahu ahad” atau “Qul a’udzu bi rabbil falaq”.
Bagaimana Cara Melaksanakan Idgham Mimi?
Untuk melaksanakan Idgham Mimi, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah cara melaksanakan Idgham Mimi secara benar:
- Perhatikan huruf Nun Sukun atau Tanwin pada akhir kata atau setelahnya.
- Apabila huruf Nun Sukun atau Tanwin tersebut bertemu dengan huruf Mim Sukun pada awal kata berikutnya, maka kedua huruf tersebut digabungkan menjadi satu bunyi yang terhubung.
- Tidak ada spasi atau jeda antara huruf Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf Mim Sukun.
- Sesuaikan penekanan dalam penggabungan huruf Nun dan Mim untuk menghasilkan bacaan yang benar. Misalnya, jika menggunakan Idghom Mitslain, perlu menggunakan ghunnah dalam pengucapan huruf Nun.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat melaksanakan Idgham Mimi dengan benar. Hal ini akan membantu kita dalam membaca Al-Quran dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ditentukan dalam Tajwid.
Kesimpulan
Dalam Tajwid, Idgham Mimi adalah salah satu hukum bacaan yang perlu dikuasai. Idgham Mimi terjadi ketika huruf Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Mim Sukun dan keduanya digabungkan menjadi satu bunyi yang terhubung. Dalam melaksanakan Idgham Mimi, perlu diperhatikan aturan-aturan yang terkait dengan hukum bacaan ini.
Contoh-contoh Idgham Mimi dapat ditemukan dalam beberapa surat Al-Quran, seperti Surat Al-Fatihah, Surat Al-Baqarah, dan Surat An-Naml. Melalui contoh-contoh tersebut, kita dapat memahami dan mengaplikasikan hukum bacaan Idgham Mimi dengan lebih baik.
Untuk melaksanakan Idgham Mimi dengan benar, kita perlu mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan demikian, bacaan kita akan menjadi lebih baik dan sesuai dengan aturan dalam Tajwid.