Rematik atau rheumatoid arthritis adalah sebuah kondisi yang seringkali menyerang kaum lansia. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan jaringan tubuh. Penyebab dari penyakit ini sendiri tidaklah jelas, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit rematik pada seseorang. Berikut ini adalah 4 penyebab rematik yang kerap diderita oleh para lansia.
1. Usia
Salah satu faktor risiko terkena penyakit rematik adalah usia. Semakin tua seseorang, semakin besar risiko ia terkena penyakit ini.

2. Genetik
Selain faktor usia, faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit rematik. Jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit ini, maka risiko untuk terkena penyakit ini juga meningkat.

3. Gaya hidup tidak sehat
Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit rematik.
4. Paparan radikal bebas
Selain itu, paparan radikal bebas juga dapat menjadi faktor risiko untuk terkena penyakit rematik. Radikal bebas biasanya muncul karena polusi, diet yang tidak sehat, dan bahkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan.
Apa Itu Penyakit Rematik?
Penyakit rematik atau rheumatoid arthritis adalah sebuah kondisi yang menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan tubuh. Saat seseorang menderita penyakit ini, sistem kekebalan tubuh mereka akan menyerang sendi dan jaringan tubuh yang sehat, membuatnya meradang dan terasa sakit.
Dampak Penyakit Rematik
Penyakit rematik dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan tubuh seseorang. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang dapat terjadi jika seseorang menderita penyakit rematik.
1. Rasa Sakit
Orang yang menderita penyakit rematik biasanya akan merasakan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang parah pada sendi dan jaringan tubuh.
2. Kehilangan Kemampuan Gerak
Karena peradangan pada sendi dan jaringan tubuh, orang yang menderita penyakit rematik seringkali mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan-gerakan fisik.
3. Kerusakan Sendi
Jika tidak diobati, penyakit rematik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi dan jaringan tubuh yang terkena peradangan.
Kegunaan Pengobatan Penyakit Rematik
Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit rematik, dan kegunaannya adalah untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada sendi dan jaringan tubuh. Beberapa pengobatan yang umumnya digunakan untuk mengobati penyakit rematik antara lain adalah obat-obatan, fisioterapi, dan terapi bahasa.
Dimana Seseorang Dapat Menemukan Pengobatan untuk Penyakit Rematik?
Untuk mendapatkan pengobatan untuk penyakit rematik, seseorang dapat mengunjungi dokter ahli reumatologi. Dokter ini akan dapat memberikan diagnosis dan resep obat-obatan yang tepat untuk mengobati kondisi tersebut.
Kelebihan Pengobatan Penyakit Rematik
Kelebihan dari pengobatan penyakit rematik adalah bahwa pengobatan ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada sendi dan jaringan tubuh. Dengan pengobatan yang tepat, penderita penyakit rematik juga dapat mempertahankan kemampuan geraknya.
Kekurangan Pengobatan Penyakit Rematik
Ada beberapa kekurangan dari pengobatan penyakit rematik, seperti efek samping dari obat-obatan dan biaya pengobatan yang mahal. Selain itu, terapi fisik juga memerlukan waktu dan upaya yang cukup untuk menghasilkan hasil yang efektif.
Cara Mengobati Penyakit Rematik
Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit rematik, antara lain adalah sebagai berikut.
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Merawat berat badan dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi, sehingga membantu mengurangi rasa sakit pada sendi yang terkena penyakit rematik.
2. Terapi Fisik
Terapi fisik dapat membantu memperbaiki dan mempertahankan kemampuan gerak tubuh. Terapi ini dapat meliputi latihan fisik, latihan pernapasan, dan latihan peredaran darah.
3. Pengobatan Medis
Ada beberapa obat-obatan yang tersedia untuk mengobati penyakit rematik, seperti NSAIDs, kortikosteroid, DMARDs, dan biologic response modifiers.
Merk dan Harga Obat untuk Pengobatan Penyakit Rematik
Berikut ini adalah beberapa merk dan harga obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit rematik.
1. NSAIDs
Merk obat-obatan ini antara lain Voltaren, Cataflam, Celebrex, dan Naproxen. Harga obat-obatan ini berkisar antara Rp. 5.000,- hingga Rp. 20.000,- per tablet.
2. Kortikosteroid
Merk obat-obatan ini antara lain Prednisone, Methylprednisolone, dan Dexamethasone. Harga obat-obatan ini berkisar antara Rp. 2.500,- hingga Rp. 10.000,- per tablet.
3. DMARDs
Merk obat-obatan ini antara lain Methotrexate, Leflunomide, dan Sulfasalazine. Harga obat-obatan ini berkisar antara Rp. 150.000,- hingga Rp. 500.000,- per box.
4. Biologic Response Modifiers
Merk obat-obatan ini antara lain Humira, Enbrel, dan Remicade. Harga obat-obatan ini berkisar antara Rp. 20.000.000,- hingga Rp. 30.000.000,- per dosis.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai penyakit rematik dan bagaimana cara mengobatinya. Menghindari faktor risiko dan menjaga gaya hidup sehat sangatlah penting untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Jika Anda mengalami gejala-gejala rematik, jangan ragu untuk mengunjungi dokter ahli reumatologi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif.

