Yo bros, apa kabar? Gue mau bahas nih mengenai hukum Ohm. Kalo lo belajar fisika pasti tau kan apa itu hukum Ohm? Tapi gue yakin, kalo lo denger dari guru lo, pasti bosen banget deh. Tenang aja, gue bakal bahas dengan bahasa yang lebih asik dan jelas. Oke, kita mulai dengan nih dengan contoh soal hukum Ohm.
Soal 1

Apa itu:
Hukum Ohm adalah sebuah hukum dalam fisika yang menggambarkan hubungan antara kuat arus listrik, beda potensial dan hambatan listrik. Artinya, hukum Ohm menjelaskan bahwa arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian tertentu berbanding lurus dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik pada rangkaian tersebut.
Mengapa:
Hukum Ohm didasarkan pada percobaan-percobaan yang dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Jerman bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Dari percobaan-percobaan tersebut, Ohm menemukan bahwa kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik selalu berbanding lurus dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik.
Cara:
Untuk menghitung hambatan listrik pada sebuah rangkaian, kita bisa menggunakan rumus hukum Ohm yaitu:
Hambatan listrik (R) = Beda potensial (V) / Kuat arus (I)
Contoh:
Jika sebuah lampu memiliki beda potensial sebesar 20 volt dan kuat arus sebesar 2 ampere, maka hambatan listrik pada lampu tersebut adalah:
R = V / I = 20 V / 2 A = 10 ohm
Soal 2

Apa itu:
Hukum Ohm menjelaskan bahwa arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian tertentu berbanding lurus dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik pada rangkaian tersebut.
Mengapa:
Hukum Ohm merupakan salah satu hukum fundamental dalam fisika dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghitung hambatan listrik pada sebuah rangkaian listrik. Hukum Ohm juga memperkenalkan konsep resistivitas, yaitu kemampuan suatu bahan untuk menghambat arus listrik.
Cara:
Untuk menghitung beda potensial pada sebuah rangkaian, kita bisa menggunakan rumus hukum Ohm yaitu:
Beda potensial (V) = Kuat arus (I) x Hambatan listrik (R)
Contoh:
Jika sebuah baterai menghasilkan kuat arus sebesar 3 ampere dan hambatan listrik pada sebuah rangkaian adalah 6 ohm, maka beda potensial pada rangkaian tersebut adalah:
V = I x R = 3 A x 6 ohm = 18 V
Nah, udah paham kan tentang hukum Ohm? Mudah banget kan caranya? Jadi, kalau lo udah paham tentang hukum Ohm, lo bisa menghitung hambatan listrik atau beda potensial pada sebuah rangkaian listrik dengan mudah. Intinya sih, jangan takut buat belajar fisika, karena fisika itu asik banget!

